Curug Dengdeng menyimpan sebuah sejarah. Pada zaman dahulu kala pernah terjadi pertarungan antara dua orang pangeran di curug ini. Perkelahian tersebut terjadi antara Pangeran Jaya Laksana dan Pangeran jaya Nalangsa. Keduanya mengadu kekuatan atau kesaktian (kanuragan). Siapa yang kalah maka akan terlempar ke bagian bawah curug, sedangkan pemenangnya akan bertahan di bagian atas curug. Selain pernah dijadikan sebagai tempat pertarungan, Curug Dengdeng juga pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian atau markas DI/TII.
Perjalanan menuju curug cukup jauh, sekitar 30 menit dari kantor kecamatan. Dapat menggunakan kendaraan umum setempat berupa bis ¾ (Bis TKM). Bis berwarna hijau dengan jurusan Tasik-Cikatomas (Tawang) dan cukup membayar ongkos sebesar Rp 3000 saja. Setelah itu perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar satu jam. Jalan yang dilalui berupa hutan dan pematang sawah. Jalan cukup licin terutama setelah hujan, tanah menjadi sangat lengket. Di atas salah satu bukit dapat terlihat panorama Dusun Tawang yang asri. Untuk mempermudah perjalanan, sebaiknya meminta bantuan warga sekitar untuk mengantar ke curug.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar